Peraturan Modifikasi Mortalitas

January 4, 2012 at 5:26 pm Leave a comment

Peraturan A : Senility and Other ill-defined Condition
1. Jika penyebab kematian yang terpilih termasuk klasifikasi bab XVIII (Symptom, signs and abnormal clinical and laboratory findings, not elshewhere classified) kecuali untuk R95 (Sudden Infant Death Syndrome).

2. Dilaporkan pada sertifikat kondisi yang diklasifikasi ditempat lain pada R00 – R94 atau R96-R99, dipilih kembali penyebab kematian seperti pada kondisi yang diklasifikasi pada bab XVIII sebelum dilaporkan, kecuali kondisi itu mengubah kode.

Ex :I.(a) Senility and Hypostatic Pneumonia
(b) Rheumathoid Arthritis
Diberi kode Rheumatoid Arthritis (M06.9). Senility yang dipilih dengan Peraturan 2 dapat diabaikan dan diterapkan Prinsip Umum.

I. (a).Cough and Hematemesis
Diberi kode Hematemesis (K92.0). Cough yang dipilih dengan peraturan 2 diabaikan.

Peraturan B : Kondisi Trivial (Trivial Condition).
1. Bila dipilih sebab kematian utama suatu penyakit Trivial yang hampir tidakmenimbulkan kematian.
2. UCD dipilih ulang seperti pada keadaan kondisi trivial tidak dilaporkan.
3. Bila kematian disebabkan suatu efek samping pengobatan dari kondisi trivial, dipilih efek samping.

Ex : I. (a). Dental Caries
(b). Cardiac Arrest
Diberi kode Cardiac Arrest (I46.9). Dental Caries, yang dipilih dengan Prinsip Umum diabaikan.

I. (a). Intraoperative Haemorrhage
(b). Tonsillectomy
(c). Hyperthrophy of Tonsils
Diberi kode Hemorrhage during Surgical Operation (Y60.0).

Peraturan C : Berkaitan (Linkage)
1. Bila penyebab kematian utama dipilih oleh ketentuan (provision) pada klasifikasi
2. Atau dalam catatan yang digunakan pada kode Underlying Cause untuk Mortalitas dengan satu atau lebih kondisi lain dalam sertifikat.
3. Maka diberi kode kombinasi.
Ex : I. (a). Intestinal Obstruction
(b). Femoral Hernia
Diberi kode Femoral Hernia dengan Ostruction (K41.3)

I.(a). Acute Myocardial Infarction
(b). Atherosclerosis Heart Disease
(c). Influenza
Diberi kode Acute Myocardial Infarction (I21.9). Atherosclerosis Heart Disease yang dipilih dengan Peraturan 1 dihubungkan dengan Acute Myocardial Infarction.

Peraturan D : Kekhususan (Specifity)
1. Bila sebab kematian utama dipilih suatu kondisi dari istiah umu(general term).
2. Atau istilah lain yang memberikan informasi yang lebih tepat tentang sifat kondisi ini telah dilaporkan pada sertifikat, dipilih istilah yang lebig informatif.
3. Sering dipakai bila istilah secara umum menjadi suatu kata sifat (adjective).
4. Memenuhi syarat istilah yang lebih tepat.

Ex : I. (a). Cerebral infarction  I63.9  OC
(b). Cerebrovascular Accident  I64 UCD  fatal outcome (penyebab utama kematian).
Diberi kode Cerebral infarction (I63.9)

II. (a). Meningitis
(b). Tuberculosis
Diberi kode Tuberculosis Meningitis (A17.0). Kondisi yang dinyatakan dalam hubungan kausal yang tepat.

Peraturan E : Stadium Awal dan Akhir Penyakit (Early and Late Stages of Disease).
1. Jika dipilih penyebab suatu stadium awal penyakit (early and late stages of disease) dan penyakit yang sama dengan tingkat yang lebih lanjut dilaporkan pada sertifikat.
2. Kode diberikan pada penyakit yang lebih lanjut.
3. Peraturan ini tidak diterapkan pada bentuk kronik yang dilaporkan, disebabkan suatu bentuk akut bila klasifikasi tidak memberikan instruksi khusus pada pengaruh tersebut.

Ex : I. (a). Chronic Myocarditis  I51.4 UCD
(b). Acute Myocarditis  I40.9 OC
Diberi kode Acute Myocarditis (I40.9)
S,N,T,P  Acute / cronic.

II. (a). Eclampsia during Pregnancy
 015.0  UCD
(b). Pre-eclampsia  014.9  OC
Diberi Kode Eclampsia during Pregnancy (O15.0)
Pre- sebelum, ante- sebelum, pra – sebelum, post – sesudah

Peraturan F : Gejala Sisa (Sequelae)
1. Bila kasus yang dipilih adalah suatu bentuk awal dari kondisi dimana klasifikasi memberikan suatu kategori yang terpisah “Sequelae of…”
2. Terbukti bahwa kematian terjadi sebagai pengaruh residu kondisi ini.
3. Bukan pada faseaktif, diberi kode kategori yang tepat “Sequelae of…”.

Kategori “Sequelae of…” adalah : B90 – B94, E64.-,E68,G09,I69,O97,Y85 – 89.

Ex : I. (a). Pulmonary Fibrosis  J84.1  CD
(b). Old Pulmonary Tuberculosis
 A15.2  UCD
 hystologycal Confirmation = old = cronic.
Diberi kode Sequelae of Respiratory Tuberculosis (B90.9)  OC.

Entry filed under: ~Study Hard. Tags: .

Sertifikat Kematian Perinatal ANALISIS KUALITATIF ADMINISTRATIF DOKUMEN REKAM MEDIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


~Wait a Minuets

~Islam…

>>Al-Qur'an >>Jadwal Sholat >>Asmaul Husna Asmaul Husna

~Translate

~My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

~Let’s to Chat….

~Afiliasi

~Page Rank ‘n Counter

My Popularity (by popuri.us) IP free counters

Recent Posts

~Top Rated


%d bloggers like this: