Koding dan Indeksing

June 24, 2010 at 5:51 pm Leave a comment

A. DEFINISI KODING DAN INDEKSING
Bagian Koding dan Indeksing (K/I) adalah salah satau bagian dalam unit rekam medis, yang mempunyai tugas pokok :
1. Mencatat dan meneliti kode penyakit dari diagnosis yang ditulis dokter, kode operasi dari tindakan medis yang ditulis dokter atau petugas kesehatan lainnya dan kode sebab kematian dari sebab kematian yang ditetapkan dokter
2. Mencatat hasil pelayanan ke dalam formulir indeks penyakit, indeks operasi atau tindakan medis, indeks sebab kematian dan indeks dokter sesuai dengan ketentuan mencatat indeks
3. Menyimpan indeks tersebut sesuai dengan ketentuan menyimpan indeks
4. Membuat laporan penyakit (morbiditas) dan laporan kematian (mortalitas) berdasarkan indeks penyakit, indeks operasi, dan indeks sebab kematian

B. FUNGSI KODING DAN INDEKSING
1. Sebagai peneliti dan pengoreksi penulisan kode penyakit dan tindakan atau operasi
2. Kode penyakit menggunakan International statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision (ICD-10)
3. Kode tindakan menggunakan International Classification of Procedures in Medicine (ICOPIM)
4. Ditetapkan penggunaannya di Indonesia oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia sejak 19 Februari 1996 (Keputusan Dirjen Yanmed No.HK.00.05.1.4.00744 Tentang : Penggunaan Klasifikasi Internasional mengenai Penyakit revisi ke sepuluh International statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision (ICD-10) di rumah sakit
5. Pembuat indeks penyakit, operasi, sebab kematian dan indeks dokter
International statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision (ICD-10) terdiri dari :

1. Volume 1, yang berisi :
a. Daftar semua terminology klasifikasi pada Chapter I-XIX dan Chapter XXI-XXII kecuali obat dan bahan kimia lain
b. Indeks penyebab luar dari mordibitas dan mortalitas dan semua terminology yang diklasifikasi pada Chapter XX, kecuali obat dan bahan kimia lain
c. Daftar setiap bahan yang dikode sebagai keracunan dan klasifikasi efek samping obat pada Chapter XIX dan Chapter XX yang menerangkan keracunan karena kecelakaan, bunuh diri tidak jelas atau efek samping obat yang diberikan sesuai aturan
2. Volume 2 berisi tata cara penggunaan buku pada volume 1 dan 3
3. Volume 3 berisi indeks yang disusun secara alfabetik (seperti kamus) guna memudahkan pencarian nomor kode
International Classification of Procedures in Medicine (ICOPIM) berisi tentang :
1. Volume 1 :
a. Procedures for Medical Diagnosis (Prosedur diagnosis medis)
b. Laboratory Procedures (Prosedur laboratorium)
c. Preventive Procedures (Prosedur pencegahan)
d. Surgical Procedures (Prosedur Operasi)
e. Other Therapeutic Procedures (Prosedur terapi lainnya)
f. Ancillary Procedures (Prosedur pendukung lainnya)
2. Volume 2 :
a. Radiology and Certain Other Applications of Phyics in Medicine (Prosedur radiologi dan pemeriksaan fisik)
b. Drugs, Medicaments and Biological Agents (Obat-obatan, proses pengobatan dan penyebab biolgis)

C. DESKRIPSI KEGIATAN POKOK
1. Menerima dokumen rekam medis dan kartu kendali dari fungsi Assembling
2. Meneliti dan mengoreksi penulisan kode International statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision (ICD-10) dan International Classification of Procedures in Medicine (ICOPIM) yang tertulis di dokumen rekam medis
3. Dokumen rekam medis yang telah dikoreksi diserahkan ke fungsi penyimpanan
4. Mencatat kelengkapan isi kartu kendali
5. Membuat indeks penyakit dengan cara mengelompokkan kartu kendali yang bernomor kode International statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision (ICD-10) sama, kemudian memindahkan ke kartu indeks penyakit
6. Membuat indeks tindakan dan kematian dengan cara yang sama seperti membuat indeks penyakit
7. Membuat indeks dokter yang berisi nama dokter, nomor kode dokter, nama pasien, nomor rekam medis, diagnosis utama, komplikasi, tindakan dan hasil pelayanan
8. Menyimpan indeks masing-masing secara alfabetik (untuk indeks dokter) kode penyakit dan tindakan sesuai International statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision (ICD-10), International Classification of Procedures in Medicine (ICOPIM)
9. Menyediakan indeks bagi yang memerlukan dengan menggunakan catatan penggunaan indeks
10. Kartu kendali yang sudah tidak digunakan, diserahkan ke dungsi penyimpanan untuk digunakan sebagai tracer pada lembar sebaliknya

D. FUNGSI-FUNGSI YANG TERKAIT
1. Fungsi Assembling bertanggung jawab terhadap :
a. Penerimaan dan penelitian kelengkapan isi dokumen rekam medis dari unit pelayanan
b. Penulisan identitas dan ketidaklengkapan dokumen pada kartu kendali
c. Penyerahan dokumen rekam medis yang sudah lengkap bersama kartu kendali ke fungsi Koding dan Indeksing
2. Fungsi penympanan (Filing) bertanggung jawab terhadap :
a. Penerimaan dokumen rekam medis yang telah lengkap dan dikoreksi dari fungsi Koding dan Indeksing
b. Penyimpanan dokumen rekam medis

E. INFORMASI YANG DIPERLUKAN MANAJEMEN
1. Daftar penyakit dengan urutan terbanyak (20 besar) menurut jenis kelamin, golongan umur, lama dirawat dan hasil pelayanan
2. Daftar tindakan dengan urutan terbanyak (20 besar) menurut jenis kelamin, golongan umur, lama dirawat dan hasil pelayanan
3. Daftar sebab kematian <48 jam dan ≥ 48 jam dengan urutan terbanyak (20 besar) menurut jenis kelamin, golongan umur dan lama dirawat
4. Daftar dokter yang melayani pasien dengan jumlah pasien, jumlah kematian terbanyak, jumlah hari rawat Length of Stay (LOS) melebihi 10 hari

F. DOKUMEN DAN CATATAN YANG DIGUNAKAN
1. Dokumen rekam medis pasien dari fungsi Assembling
2. Kartu kendali
3. Kartu indeks penyakit, indeks operasi, indeks sebab kematian dan indeks dokter
4. Buku catatan penggunaan indeks
5. Buku International statistical Classification of Disease and Related Health Problem Tenth Revision (ICD-10) volume 1, 2 dan 3
6. Buku International Classification of Procedures in Medicine (ICOPIM)
7. Formulir-formulir untuk membuat daftar 20 besar penyakit, obat-obatan yang sering digunakan
8. Kamus kedokteran
9. Buku daftar 20 besar penyakit
G. JARINGAN PROSEDUR YANG MEMBENTUK SISTEM
1. Prosedur penerimaan dokumen rekam medis dan kartu kendali
2. Prosedur penelitian dan koreksi kode
3. Prosedur penulisan indeks
4. Prosedur penyimpanan dan penggunaan indeks
5. Prosedur pembuatan daftar kode penyakit, operasi, dan sebab kematian serta kode dokter

H. UNSUR-UNSUR PENGENDALIAN
1. Dicatatnya kartu kendali dengan lengkap
2. Tertulisnya kode klasifikasi dengan benar
3. Dibuatnya indeks dengan benar
4. Disimpannya indeks dengan rapi sehingga mudah diambil dan dikembalikan
5. Digunakannya catatan penggunaan indeks

Entry filed under: ~Study Hard. Tags: .

Mengatasi Jerawat Filling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


~Wait a Minuets

~Islam…

>>Al-Qur'an >>Jadwal Sholat >>Asmaul Husna Asmaul Husna

~Translate

~My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

~Let’s to Chat….

~Afiliasi

~Page Rank ‘n Counter

My Popularity (by popuri.us) IP free counters

Recent Posts

~Top Rated


%d bloggers like this: