Desain Formulir

  1. Pengertian desain formulir

Desain formulir adalah kegiatan merancang formulir berdasarkan kebutuhan transaksi kegiatan pelayanan dan penyusunan atau pembuatan laporan organisasi (Rachmani, 2003). Desain formulir adalah kegiatan merancang formulir berdasarkan kebutuhan pencatatan transaksi pelayanan, kegiatan pelayanan dan penyusunan atau pembuatan laporan organisasi (Huffman RRA, 1999).

Aturan dasar dalam pembuatan desain formulir mencangkup:

  1. Pelajari tujuan dan pemakaian formulir.
  2. Buat rancangan dengan memikirkan penguna.
  3. Rancang formulir sesederhana mungkin, hilangkan data atau informasi yang tidak
  4. Gunakan terminologi standar untuk semua elemen data, atau gunakan definisi-definisi.
  5. Atur urutan item-item data secara logis.
  6. Manfaat Desain formulir

(more…)

December 27, 2014 at 12:21 am Leave a comment

Grafik Barber Jhonson

  1. Grafik Barber Johnson
  • Pengertian

Pada tahun 1973, Barry Barber, M.A., PhD., Finist P., AFIMA dan David Johnson, M.Sc berusaha merumuskan dan memadukan empat parameter untuk memantau dan menilai tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur tersedia untuk bangsal perawatan pasien. Keempat parameter yang dipadukan tersebut yaitu BOR, Alos, TOI dan BTO. Perpaduan keempat paarameter tersebut lalu diwujudkan dalam bentuk grafik yang akhirnya dikenal sebagai grafik Barber Johnson ( Sudra, 2010 ).

 gbj

  • Manfaat Grafik Barber Jhonson

Grafik Barber Jhonson bisa dimanfaatkan untuk : (more…)

December 27, 2014 at 12:17 am Leave a comment

Hak dan Kewajiban Dokter&Pasien

Hak dan Kewajiban Dokter
1. Hak dokter
Melakukan praktik dokter setelah memperoleh Surat Izin Dokter (SID) dan Surat Izin Praktik (SIP), memperoleh informasi yang benar dan lengkap dari pasien/keluarga tentang penyakitnya, bekerja sesuai dengan standar profesi, menolak melakukan tindakan medik yang bertentangan dengan etika, hukum, agama dan hati nuraninya.
2. Kewajiban dokter
Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien, merujuk pasien kedokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang pasien bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia, melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran.
(Jusuf H, 2008) (more…)

October 28, 2013 at 1:47 pm Leave a comment

Persetujuan Tindakan Medis (Informed Consent)

Persetujuan tindakan medis (Informed Consent) adalah pernyataan persetujuan (consent) atau izin dari pasien yang diberikan dengan bebas, rasional, tanpa paksaan (voluntary) tentang tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadapnya sesudah mendapatkan informasi yang cukup tentang tindakan kedokteran yang dimaksud. Persetujuan ini bisa dalam bentuk lisan maupun tertulis. Pada hakikatnya informed consent adalah suatu proses komunikasi antara dokter dan pasien tentang kesepakatan tindakan medis yang akan dilakukan dokter terhadap pasien (ada kegiatan penjelasan rinci oleh dokter), sehingga kesepakatan lisan pun sesungguhnya sudah cukup. Penandatanganan formulir Informed Consent secara tertulis hanya merupakan pengukuhan atas apa yang telah disepakati sebelumnya. Formulir ini juga merupakan suatu tanda bukti yang akan disimpan di dalam arsip rekam medis pasien (Guwandi J, 2004).
Informed Consent berakar dalam nilai-nilai otonomi di dalam masyarakat yang diyakini sebagai hak-hak mereka dalam menentukan nasibnya sendiri apabila akan dilakukan tindakan medis. Informed Consent sebagai mana bentuknya telah mengalami suatu proses panjang, sumber dasar dari filsafah moral, sosial-budaya dan politik.
Di Indonesia masalah Informed Consent sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 290/MENKES/PER/III/2008. namun dalam pelaksanaannya belum sebagaimana mestinya, masih ditemui kendala-kendala yang menyangkut bidang sosial-budaya dan kebiasaan. Selain itu karena menyangkut hak asasi manusia, Informed Consent sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran, pada Pasal 45 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran atau Kedokteran Gigi.
Pernyataan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tentang Informed Consent dalam lampiran SKB IDI No. 319 /P/BA/88 butir 33 berbunyi ”Setiap tindakan medis yang mengandung resiko cukup besar mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh pasien, setelah sebelumnya pasien itu memperoleh informasi yang cukup kuat tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta resiko yang bersangkutan dengannya” (Departemen Kesehatan RI, 1997).
Tindakan dokter dalam pelayanan medis merupakan suatu upaya yang hasilnya belum pasti, akan tetapi akibat yang timbul dari tindakan itu dapat diketahui berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dokter yang bersangkutan. Karenanya kemungkinan terjadinya kesalahan dalam tindakan merupakan tanggung jawab dokter, sedangkan suatu pembebasan terhadap kesalahan (kelalaian) kurang berhati-hati dianggap bertentangan dengan kesusilaan. (more…)

October 28, 2013 at 1:44 pm 1 comment

Kerahasiaan dan Pelepasan Informasi Medis

12Kerahasiaan Rekam Medis
Secara umum telah disadari bahwa informasi yang didapat dari rekam medis sifatnya rahasia. Informasi di dalam rekam medis bersifat rahasia karena hal ini menjelaskan hubungan yang khusus antara pasien dengan dokter yang wajib dilindungi sesuai dengan kode etik kedokteran dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1966 pasal 3 disebutkan bahwa yang wajib menyimpan rahasia antara lain tenaga kesehatan dan perawat (DepKes, RI. 1997).
PerMenKes RI No. 269/MENKES/PER/III/2008 mengatur masalah kerahasiaan suatu informasi yang menyangkut informasi medis pasien pada pasal:
Pasal 10 : Rekam medis merupakan berkas yang wajib dijaga kerahasiaannya.
Pasal 11 : (1) Penjelasan tentang isi rekam medis hanya boleh dilakukan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien dengan izin tertulis pasien atau berdasarkan peraturan perundang-undangan. (more…)

June 4, 2013 at 4:58 pm Leave a comment

Penghitungan Kebutuhan Tenaga Kerja dengan Rumus Full Time Equivalent (FTE)

Analisis time series adalah suatu analisa terhadap pengamatan, pencatatan dan penyusunan peristiwa dari waktu ke waktu. Salah satu metode dalam analisis ini yaitu menggunakan metode kuadrat terkecil atau metode least square, dengan hasil yang diharapkan dari simpangan kuadrat terkecil, maka metode pengukuran ini mengunakan persamaan garis linier Y = a + bx Di mana :
Y : jumlah beban kerja
a : besarnya beban kerja pada tahun dasar atau tahun median
b : besarnya beban kerja setiap tahun
x : unit tahun yang dihitung berdasarkan tahun dasar yang akan ditentukan dari x = 0 atau tahun dasar sama dengan tahun median (xm), x = urut-urutan tahun.
Adapun langkah yang digunakan adalah :
a. Menyusun data sesuai dengan urutan tahun
b. Menentukan tahun yang digunakan dalam data time series yang terletak di tengah-tengah sehingga menghasilkan x = 0 atau unit tahun yang dihitung didapat dari urutan-urutan tahun (xi) dikurangi tahun median atau tengah (xm) atau (xi-xm)
c. Mencari nilai a dengan rumus dan nilai b dengan rumus
Di mana:
y : beban kerja dari tahun yang diketahui
n : jumlah data
d. Memasukkan nilai a dan b ke persamaan rumus trend
Bertambahnya pekerjaan yang ada pada suatu lingkungan kerja dengan jumlah pekerja yang tetap, maka bertambah pula jumlah beban pekerjaan tersebut. Salah satu cara untuk menghitung perkiraan jumlah tenaga yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu beban kerja adalah menggunakan rumus FTE yaitu:

Keterangan :
Jumlah beban kerja per tahun : Jumlah pasien rawat jalan yang keluar selesai perawatan dalam satu tahun.
Target per jam : Jumlah dokumen yang mampu diselesaikan dalam satu jam.
Jumlah jam kerja per tahun : Jumlah jam kerja petugas TPPRJ dalam satu tahun.
Langkah-langkah menghitung FTE :
a. Menghitung beban kerja per tahun
b. Menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja
c. Mencari target per jam dan jam kerja pertahun
d. Memasukkan kedalam rumus FTE
(Tarwaka, dkk. 2004).

June 4, 2013 at 4:41 pm 1 comment

Diagnosis

1.Pengertian Diagnosis
Diagnosis adalah kata yang digunakan dokter untuk menyebut suatu penyakit atau gangguan kesehatan seseorang atau suatu keadaan yang menyebabkan seseorang memerlukan, mencari, mendatangi atau menerima asuhan medis dan pelayanan kesehatan (Anggraini M, 2004).
2.Macam Diagnosis
Macam-macam diagnosis antara lain:
a.Diagnosis ditinjau dari prosesnya, antara lain:
1).Diagnosis Awal atau Diagnosis Kerja
Penetapan diagnosis awal yang belum diikuti dengan pemeriksaan yang lebih mendalam.
2).Diagnosis Banding (Differential Diagnoses)
Sejumlah diagnosis (lebih dari satu) yang ditetapkan karena adanya kemungkinan-kemungkinan tertentu guna pertimbangan medis untuk ditetapkan diagnosisnya lebih lanjut.
3).Diagnosis Akhir ( Final Diagnoses)
Diagnosis yang menjadi sebab mengapa pasien dirawat dan didasarkan pada hasil-hasil pemeriksaan yang lebih mendalam.
b.Diagnosis ditinjau dari keadaan penyakitnya, antara lain:
1).Diagnosis Utama (Prinsipal Diagnoses)
Merupakan diagnosis dari penyakit utama yang diderita pasien setelah dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam.
2).Diagnosis Komplikasi (Complication Diagnoses)
Merupakan diagnosis dari penyakit komplikasi karena berasal dari penyakit utama.
3). Diagnosis Kedua, Ketiga (Co Morbid)
Merupakan diagnosis dari penyakit penyerta diagnosis utama yang bukan berasal dari penyakit utamanya atau sudah ada sebelum diagnosis utama ditemukan.
(Shofari B, 2002)
c. Diagnosis penyebab kematian
1). Penyebab langsung (Immediate Cause)
Kondisi yang hanya terdiri satu langkah atau penyebab langsung kematian.
2). Penyebab Antara I (Intervening Cause I)
Penyakit atau kondisi yang tidak menyebabkan kematian secara langsung atau akibat dari penyebab antara II.
3). Penyebab Antara II (Intervening Cause II)
Diisi tentang penyakit yang tidak menyebabkan kematian secara langsung atau akibat dari Penyebab Dasar kematian.
(WHO, 2004)

June 4, 2013 at 4:39 pm Leave a comment

Older Posts


~Wait a Minuets

~Islam…

>>Al-Qur'an >>Jadwal Sholat >>Asmaul Husna Asmaul Husna

~Translate

~My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

~Let’s to Chat….

~Afiliasi

~Page Rank ‘n Counter

My Popularity (by popuri.us) IP free counters

Recent Posts

~Top Rated